LAPORAN
PRAKTIKUM
DASAR-DASAR
KIMIA ANALITIK I
PERCOBAAN III
PENENTUAN KADAR
NIKEL PADA UANG LOGAM 1000
![]() |
| Add caption |
DESKRIANA
RAHMELIA
A 251 10 032
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN
PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TADULAKO
2011
I. JUDUL PERCOBAAN
PENENTUAN KADAR NIKEL PADA UANG LOGAM 1000
DENGAN METODE KOMPLEKSOMETRI
II. TUJUAN
Adapun tujuan
dilakukannya percobaan ini yaitu untuk menentukkan kadar nikel pada uang logam
1000 melalui metode kompleksometri.
III. TINJAUAN PUSTAKA
Titrasi kompleksometri merupakan titrasi terhadap larutan
analit dengan titran yang mampu membentuk ion atau senyawa kompleks. Pada
prinsipnya titrasi kompleksometri merupakan reaksi pembentukan kompleks yaitu
reaksi antara ion logam dan ligan membentuk ion kompleks yang stabil
(Pursitasari,2011).
Titrasi kompleksometri merupakan
titrasi yang berdasarkan atas pembentukan persenyawaan kompleks (ion kompleks
atau garam yang sukar mengion), misalnya
Disamping titrasi kompleks biasa
seperti di atas, dikenal pula kompleksometri yang dikenal sebagai titrasi
kelatometri, seperti yang menyangkut penggunaan EDTA. Rumus struktur dari EDTA
adalah sebagai berikut:
HOOC - CH2 CH2COOH
Terlihat dari strukturnya bahwa
molekul tersebut mengandung baik donor elektron dari atom oksigen maupun donor
dari atom nitrogen sehingga dapat menghasilkan khelat bercincin sampai dengan
enam secara serempak (Shevla, 1990).
Sebagian besar logam dalam larutan
dapat ditentukan secara titrasi dengan larutan baku pereaksi pengompleks
seperti misalnya etilen diamin tetra asetat atau EDTA. Reaksi dengan nikel
secara stoikiometri adalah 1:1 dan berlangsung secara kuantitatif pada pH 7.
Pereaksi EDTA umum dipakai dalam bentuk garamnya yang mudah larut dalam air.
Indikator yang digunakan adalah EBT atau murexide mampu menghasilkan kompleks
berwarna dengan ion logam tetapi berubah warna apabila logam-logam
terkomplekskan sempurna oleh EDTA pada titik akhir titrasi, karena
indikator-indikator ini juga peka terhadap perubahan pH, larutan yang akan
dititrasi harus dibuffer (Harjadi, 1993).
IV. RUMUSAN MASALAH
1.
Bagaimana
cara menetukan kadar nikel pada uang logam 1000?
2.
Berapa
kadar nikel pada uang logam 1000?
V. HIPOTESIS (KESIMPULAN SEMENTARA)
1. Titrasi kompleksometri merupakan
titrasi yang berdasarkan atas pembentukan persenyawaan kompleks (ion kompleks
atau garam yang sukar mengion).
2.
Reaksi
dengan nikel secara stoikiometri adalah 1:1 dan berlangsung secara kuantitatif
pada pH 7.
3.
Pereaksi
EDTA umum dipakai dalam bentuk garamnya yang mudah larut dalam air.
4.
Indikator
yang digunakan adalah EBT yang mampu menghasilkan senyawa kompleks.
VI. ALAT DAN BAHAN
Adapun alat dan
bahan yang digunakan dalam percobaan ini yaitu :
1.
Alat
:
·
Buret
·
Klem
dan Statif
·
Pipet
tetes
·
Pipet
volume
·
Penangas
listrik
·
Batang
pengaduk
·
Kertas
saring
·
Neraca
digital
·
Labu
ukur
·
Gelas
kimia
·
Erlenmeyer
·
Corong
2.
Bahan
:
·
Larutan
EDTA 0,01 M
·
Larutan
NH4OH
·
Larutan
HCl pekat
·
Larutan
HNO3 pekat
·
Larutan
NH4Cl 1 M
·
Indikator
EBT
·
Aquades
VII. CARA KERJA/PROSEDUR KERJA![]() |
|||||||
![]() |
|||||||
![]() |
|||||||
VIII. HASIL
EKSPERIMEN
Adapun hasil pengamatan yang diperoleh
dari percobaan ini yaitu :
No
|
Cara Kerja
|
Hasil
|
1.
2
3.
4.
5.
6.
|
Menimbang sampel logam Ni
- Melarutkan sampel Nikel dengan larutan HCl pekat (dipanaskan)
-+HNO3 pekat + aquades.
Menyaring larutan sampel
Mengencerkan 10 ml larutan sampel hingga 100 ml.
Memasukkan 10 ml larutan sampel + 5 ml larutan NH4Cl
+ 10 ml aquades + 0,05 gram indikator EBT + larutan NH4OH pekat.
Menitrasi larutan sampel dengan larutan EDTA 0,01 M
·
Erlenmeyer 1
·
Erlenmeyer II
|
4,43 gram
-Warna larutan bening kekuningan (tidak larut).
-Warna larutan coklat tua (larut sebagian)
Filtrat berwarna coklat muda.
Warna larutan tetap coklat muda.
Larutan berwarna hijau tua.
·
Warna larutan
coklat muda dan volume EDTA yang terpakai 14,6 ml.
·
Warna larutan
coklat muda dan volume EDTA yang terpakai 14,2 ml.
|
·
Persamaan Reaksi
·
Perhitungan
Dik : M EDTA
= 0,01 M
V erlenmeyer I = 14,6 ml
V erlenmeyer II = 14,2 ml
Massa sampel = 4,43 gram.
Dit : kadar Ni....????
Penyelesaian ;
Titrasi I :
VEDTA.MEDTA = VSAMPEL.MSAMPEL
14,6 ml.0,01 M = 10 ml. M2
M2=
M2= 0,01 M
Titrasi II :
VEDTA.MEDTA = VSAMPEL.MSAMPEL
14,2 ml.0,01 M = 10 ml. M2
M2=
M2= 0,01 M
Konsentrasi EDTA rata-rata = 
= 0,01 M
Volum EDTA
rata-rata =
= 14,4 ml
Mol Ni awal = V x M
= 14,4 ml x 0,01 M
= 0,144 mmol
= 0,000144 mol
Mol Ni setelah
diencerkan =
mol Ni awal x FP
= 0,000144 mol x
= 0,00144 mol
Massa Ni = mol Ni x
Ar Ni
= 0,00144 mol x 58,69 gr/mol
= 0,08451 gram
%(b/v) Ni =
= 0,08451%
IX. PEMBAHASAN
Titrasi
kompleksometri merupakan titrasi terhadap larutan analit dengan titran yang
mampu membentuk ion atau senyawa kompleks. Pada prinsipnya titrasi
kompleksometri merupakan reaksi pembentukan kompleks yaitu reaksi antara ion logam
dan ligan membentuk ion kompleks yang stabil (Pursitasari,2011).
Metode
kompleksometri ini didasarkan pada kemampuan ion–ion logam terdapat dalam sampel ditambahkan
suatu indikator EBT, maka akan terbentuk kompleks Ni-EBT yang berwarna merah
anggur. Kompleks ini kurang stabil bila dibandingkan dengan kompleks Ni-EDTA
sehingga dengan demikian jika ke dalam larutan yang mengandung Ni-EBT
ditambahkan larutan EDTA, maka ion nikel akan segera terikat pada EDTA,
sehingga ion indikator akan lepas dan kembali berwarna biru pada pH 7-11
Percobaan ini dilakukan untuk
menentukan kadar nikel pada uang logam 1000 dengan metode kompleksometri.
Pada percobaan ini hal pertama yang
dilakukan adalah menimbang sampel (uang logam 1000 yang sudah dihancurkan)
dengan menggunakan neraca digital dan
diperoleh massa dari sampel tersebut adalah 4,43 gram. Kemudian sampel tersebut
dimasukkan kedalam gelas kimia untuk dilarutkan dengan larutan HCl pekat
(dipanaskan) maka yang diperoleh sampel tidak larut sekalipun dilakukan pemanasan.
Menurut teori sampel (logam Nikel) dapat larut jika dilarutkan
dengan HCl pekat, namun dalam percobaan ini sampel tidak larut, hal ini
dikarenakkan sampel yang digunakan tidak sebanding dengan pelarut yang
digunakan. Atau bisa dikatakan sampel terlalu banyak namun pelarut yang
digunakan hanya sedikit. Karena tidak larut dengan HCl pekat maka sampel + HCl
pekat tersebut ditambahkan dengan HNO3 pekat + aquades, sehingga
diperoleh hasil sebagian sampel melarut.
Selanjutnya dilakukan penyaringan
terhadap sampel tersebut untuk memisahkan antara residu dan filtrat. Residu dan
filtrat dipisahkan karena yang akan digunakan pada percobaan ini hanyalah
filtrat,hasil penyaringan diperoleh filtrat berwarna coklat muda. Setelah
proses penyaringan selesai maka 10 ml filtrat tersebut (larutan sampel)
diencerkan hingga 100 ml, dan warna larutan tetap coklat muda.
Selanjutnya memasukkan 10 ml larutan
sampel tersebut ditambahkan dengan 5 ml larutan NH4Cl + 10 ml
aquades + 0,05 gram indikator EBT + larutan NH4OH pekat kedalam
erlenmeyer untuk dititrasi dengan larutan EDTA 0,01 M. Dan warna yanf
dihasilkan larutan ini adalah hijau tua.
Langkah terakhir yang dilakukan
yaitu menitrasi larutan sampel tersebut dengan 2 kali titrasi dalam erlenmeyer
yan bebrbeda dengan perlakuan yang sama. Warna larutan yang dihasilkan dari
titrasi ini adalah coklat muda, dengan volume yang diperoleh dari titrasi 1 dan
II secara berturut-turut adalah 14,6 ml dan 14,2 ml.
Dari hasil perhitungan sesuai hasil
pengamatan diperoleh presentasi kadar nikel dalam uang logam 1000 yaitu 0,084%.
Hasil ini berbeda dengan teori yang ada. Dalam teori kadar nikel yang ada pada
uang logam 1000 adalah sekitar 4,4%. Perbedaan ini mungkin dikarenakan logam
nikel yang digunakan terlalu banyak, dan juga sampel nikel yang digunakan tidak
larut sempurna keika dilarutkan serta proses titrasi yang dilakukan kurang baik
dalam hal ini melihat titik akhir titrasi yang ditandai dengan perubahan warna
pada larutan. Sehingga hasil pengamatan jauh berbeda dengan teori yang ada.
X. Kesimpulan
Adapun
kesimpulan yang diperoleh pada percobaan ini yaitu :
1.
Titrasi
kompleksometri adalah titrasi terhadap larutan analit dengan titran yang mampu
membentuk ion atau senyawa kompleks.
2.
Volume
EDTA yang digunakan untuk menitrasi larutan sampel ialah :
Erlenmeyer 1 = 14,6
ml
Erlenmeyer 2 = 14,2
ml.
3.
Kadar
Nikel yang terdapat pada uang logam 1000 sesuai percobaan ini ialah 0,084%.
XI. EVALUASI
·
Rumusan masalah
(oke)
·
Hipotesis/kesimpulan
sementara (oke)
·
Prosedur eksperimen
(oke)
·
Alat dan bahan
(oke)
·
Hasil eksperimen
(perhitungan dan reaksi) (oke)
·
Pembahsan (oke)
·
Kesimpulan (oke).
DAFTAR PUSTAKA
Day, R. A. Ir dan A. L. Underwood. 1999. Analisis Kimia Kuantitatif.
Erlangga. Jakarta.
Harjadi, W. 1993. Ilmu Kimia
Analitik Dasar. Erlangga. Jakarta.
Khopkar S. M.
1990. Konsep Dasar Kimia Analitik. UI Press. Jakarta
Pursitasari. 2011. Buku Ajar Kimia
Analisis Kuantitatif. Untad Press. Palu.
Svehla,
G, 1990, Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro, Edisi ke-5. PT Kalman Media Pustaka.
Jakarta.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar