TUGAS
KIMIA ORGANIK II
OLIGOSAKARIDA
DAN POLISAKARIDA

OLEH :
DESKRIANA
RAHMELIA
A 251 10 032
A 251 10 032
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TADULAKO
2012
JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TADULAKO
2012
OLIGOSAKARIDA DAN POLISAKARIDA
Oligosakarida, ialah gula yang bila terhidrolisa menghasilkan beberapa
molekul monosakarida. Termasuk senyawa ini ialah:
a)
disakarida, tersusun dari 2 molekul monosakarida
b)
trisakarida, tersusun dari 3 molekul monosakarida.,
c)
tetrasakarida, tersusun dari 4 molekul monosakarida.
Sifat dari oligosakarida : mudah
larut daiam air dan larutannya berasa manis.
Monosakarida dan oligosakarida karena berasa manis kedua golongan ini disebut gula.
Polisakarida, ialah karbohidrat dimana molekulnya apabila dihidrolisa menghasilkan banyak sekali monosakarida (300).
Monosakarida dan oligosakarida karena berasa manis kedua golongan ini disebut gula.
Polisakarida, ialah karbohidrat dimana molekulnya apabila dihidrolisa menghasilkan banyak sekali monosakarida (300).
Sifat
polisakarida : sukar larut dalam air, larutannya dalam air be
rupa kolloid dan rasanya tidak manis, sering disebut bukan gula.
rupa kolloid dan rasanya tidak manis, sering disebut bukan gula.
Pada
umumnya polisakarida mempunyai molekul besar
dan lebih kompleks daripada mono dan oligosakarida. Molekul polisakarida
terdiri atas banyak molekul monosakarida. Polisakarida yang terdiri atas satu
macam monosakarida saja disebut homopolisakarida, sedangkan yang mengandung
senyawa lain disebut heteropolisakarida.
Umumnya polisakarida berupa senyawa berwarna putih dan tidak berbentuk kristal, tidak mempunyai rasa manis dan tidak mempunyai sifat mereduksi. Berat molekul polisakarida bervariasi dari beberapa ribu hingga lebih dari satu juta. Polisakarida yang dapat larut dalam air akan membentuk larutan koloid. Beberapa polisakarida yang penting di antaranya ialah amilum, glikogen, dekstrin dan selulosa.
Umumnya polisakarida berupa senyawa berwarna putih dan tidak berbentuk kristal, tidak mempunyai rasa manis dan tidak mempunyai sifat mereduksi. Berat molekul polisakarida bervariasi dari beberapa ribu hingga lebih dari satu juta. Polisakarida yang dapat larut dalam air akan membentuk larutan koloid. Beberapa polisakarida yang penting di antaranya ialah amilum, glikogen, dekstrin dan selulosa.
Amilum Polisakarida ini terdapat
banyak di alam, yaitu pada sebagian besar tumbuhan. Amilum atau dalam bahasa
sehari-hari disebut pati terdapat pada umbi, daun, batang dan biji-bijian.
Polisakarida adalah senyawa dalam mana
molekul-molekul mengandung banyak satuan monosakarida yang disatukan dengan
ikatan gukosida. Polisakarida memenuhi tiga maksud dalam sistem kehidupan
sebagai bahan bangunan, makanan dan zat spesifik. Polisakarida bahan bangunan
misalnya selulosa dan kitin. Polisakarida makanan yang lazim adalah pati dan
glikogen. Sedangkan polisakarida zat spesifik adalah heparin, satu polisakarida
yang mencegah koagulasi darah.
Oligosakarida dan polisakarida
Selulosa sebagai polimer
β-D-glukosa
Ketika beberapa (sekitar
3-6) monosakarida bergabung menjadi satu, maka akan disebut sebagai oligosakarida (oligo- artinya
"sedikit"). Jika banyak monosakarida bergabung menjadi satu, maka
akan disebut sebagai polisakarida. Monosakarida dapat
bergabung membentuk satu rantai panjang, atau mungkin bercabang-cabang. 2 jenis
polisakarida yang paling dikenal adalah selulosa dan glikogen, dua-duanya terdiri
dari monomer glukosa.
ü Pati dan dekstrin. Komponennya berupa glukosa. Karbohidrat ini umum dijumpai
pada umbi-umbian, kacang-kacangan, tebu, bit, dan sebagainya. Polisakarida ini
dapat dicerna manusia.
ü Selulosa. Komponennya berupa glukosa. Umum
dijumpai pada dinding
sel dan serat tanaman. Polisakarida ini tidak dapat dicerna manusia.
ü Hemiselulosa. Komponen utamanya adalah arabinosa, xylosa, rhamnosa, galaktosa, manosa, glukoronat, dan galakturonat. Umumnya terdapat di dinding sel,
serat tanaman, biji-bijian, kacang-kacangan, tepung, dedak, dll. Polisakarida ini tidak dapat dicerna manusia.
ü Rafinosa atau stakynosa. Komponen utamanya adalah galaktosa, glukosa, dan fruktosa. Umum ditemukan pada
kacang-kacangan, biji-bijian, bit, dan tebu. Oligosakarida ini tidak dapat
dicerna manusia.
ü Fruktosil-sukrosa. Komponen utamanya adalah fruktosa dan glukosa. Umum ditemukan pada biji-bijian
dan bawang bombay.
Sifa fisik oligosakarida dan polisakarida
Oligosakarida
merupakan gabungan dari molekul-molekul monosakarida. Oligosakarida dapat
berupa disakarida, trisakarida, dst. Sebagian besar oligosakarida dihasilkan
dari proses hidrolisa polisakarida dan hanya beberapa oligosakarida yang secara
alami terdapat di alam. Oligosakarida yang paling banyak digunakan dalam
industri pangan adalah maltosa, laktosa dan sukrosa. Maltosa terdiri dari 2
molekul glukosa. Maltosa diperoleh dari hasil hidrolisa pati. Kegunan maltosa
yang paling menonjol adalah sebagai bahan pemanis. Laktosa terdiri dari 1
molekul glukosa dan 1 molekul galaktosa. Secara alami, laktosa terdapat pada
air susu. Laktosa yang terfermentasi akan berubah menjadi asam laktat. Laktosa
dapat menstimulasi penyerapan kalsium. Lactose intolerance merupakan gangguan
ketidakmampuan tubuh mencerna laktosa akibat kurang/tidak adanya enzim lactase.
Sukrosa merupakan gabungan dari α-D-glukopyranosil/glukosa dan
β-D-fruktofuranosil/fruktosa. Sukrosa biasa diperoleh di alam sebagai gula tebu
dan gula bit (dalam ekstrak gula bit, sukrosa bercampur dengan rafinosa dan
stakiosa).
Polisakarida
merupakan polimer dari monosakarida yang tersusun dalam rantai bercabang atau
lurus. Derajat polimerisasi polisakarida dinyatakan dalam DP (Degree of
Polymerization), contoh : DP selulosa sebesar 7000 – 15000. Polisakarida juga
biasa disebut sebagai glikan. Berdasarkan unit pembentuknya, glikan terbagi
menjadi 2 kelompok : homoglikan (selulosa, pati, amilopektin) dan heteroglikan
(algin, guar gum). Polisakarida yang sering digunakan dalam industri pangan
adalah agar, alginate, carragenan, LBG, pectin, CMC, modified starch dan
xanthan gum.
Oligosakarida
(terdiri atas 3-10 unit gula)
Oligosakarida
merupakan gabungan dari molekul-molekul monosakarida. Oligosakarida dapat
berupa disakarida, trisakarida, dst. Sebagian besar oligosakarida dihasilkan
dari proses hidrolisa polisakarida dan hanya beberapa oligosakarida yang secara
alami terdapat di alam. Oligosakarida yang paling banyak digunakan dalam
industri pangan adalah maltosa, laktosa dan sukrosa. Maltosa terdiri dari 2
molekul glukosa. Maltosa diperoleh dari hasil hidrolisa pati. Kegunan maltosa
yang paling menonjol adalah sebagai bahan pemanis. Laktosa terdiri dari 1
molekul glukosa dan 1 molekul galaktosa. Secara alami, laktosa terdapat pada
air susu. Laktosa yang terfermentasi akan berubah menjadi asam laktat. Laktosa
dapat menstimulasi penyerapan kalsium. Lactose intolerance merupakan gangguan
ketidakmampuan tubuh mencerna laktosa akibat kurang/tidak adanya enzim lactase.
Sukrosa merupakan gabungan dari α-D-glukopyranosil/glukosa dan
β-D-fruktofuranosil/fruktosa. Sukrosa biasa diperoleh di alam sebagai gula tebu
dan gula bit (dalam ekstrak gula bit, sukrosa bercampur dengan rafinosa dan
stakiosa)..Oligosakarida terdiri atas polimer dua hingga sepuluh monosakarida.
ü Rafinosa,
stakiosa, dan verbaskosa adalah oligosakarida yang terdiri atas
unit-unit glukosa, fruktosa, dan galaktosa. Ketiga jenis oligosakarida ini
terdapat du dalam biji tumbuh-tumbuhan dan kacang-kacangan serta tidak dapat
dipecah oleh enzim-enzim perncernaan.
ü
Fruktan adalah sekelompok oligo dan
polisakarida yang terdiri atas beberapa unit fruktosa yang terikat dengan satu
molekul glukosa. Fruktan terdapat di dalam serealia, bawang merah, bawang
putih, dan asparagus. Fruktan tidak dicernakan secara berarti. Sebagian ebsar
di dalam usus besar difermentasi.
Polisakarida (terdiri atas lebih dari 10 unit gula).
Polisakarida
merupakan senyawa karbohidrat kompleks, dapat mengandung lebih dari 60.000
molekul monosakarida yang tersusun membentuk rantai lurus ataupun bercabang.
Polisakarida rasanya tawar (tidak manis), tidak seperti monosakarida dan
disakarida. Di dalam Ilmu Gizi ada 4 jenis yang ada hubungannya yaitu amilum,
dekstrin, glikogen dan selulosa. Polisakarida merupakan polimer dari
monosakarida yang tersusun dalam rantai bercabang atau lurus. Derajat
polimerisasi polisakarida dinyatakan dalam DP (Degree of Polymerization),
contoh : DP selulosa sebesar 7000 – 15000. Polisakarida juga biasa disebut
sebagai glikan. Berdasarkan unit pembentuknya, glikan terbagi menjadi 2
kelompok : homoglikan (selulosa, pati, amilopektin) dan heteroglikan (algin,
guar gum). Polisakarida yang sering digunakan dalam industri pangan adalah
agar, alginate, carragenan, LBG, pectin, CMC, modified starch dan xanthan gum.
a. Amilum
Amilum
adalah gudang energy karbohidrat yang utama dalam tanaman. Amilum adalah homopolimer
(suatu polimer yang dibentuk oleh hanya satu macam unit monomerik) dari glukosa
yang digabung oleh mata rantai alfa, matab rantai yang sama dengan maltose.
Dua macam amilum utama adalah amilosa dan amilofektin. Kedua macm
amilum ini umumnya disimpan dalam benih, akar, dan umbi dari tanaman yang dapat
membentuk sampai 30% dari berat keseluruhan tanaman. Amilosa kuranmg larut
dibandingkan dengan amolofektin sehingga tidak dapat larut ketika alcohol
ditambahkan, sedangkan amilofektin larut. Bila dilarutkan dalam air panas,
amilosa larut sedangkan amilofektin tidak.
Amilosa terdiri
dari rantai tidak bercabang yang panjang dari glukosa terikat bersama oleh
ikatan α, 1 4’. Panjang rantainya bermacam-macam, yaitu antara 100 sampai
100.000 unit glukosa.

Bila dilarutkan
dalam air,amilosa membentuk micelles. Amilosa dalam micelles ada dalam
konformasi helisal, yang dapat menangkap iodium dan memberikan warna biru yang
khas. Amilopektin, seperti amilosa, adalah suatu polimer dari glukosa yang mempunyai
mata rantai α, 1 4’. Tidak seperti amilosa amilopentin adalah polimer
bercabang, yang menjadi cabang rantai utama dengan mata rantai α, 1 6’. Suatu
cabang ada setiap 20 sampai 30 unit glukosa sepanjang rantai amilopektin.
Panjang dari tiap cabang ialah 20 sampai 25 unit glukosa. Panjang dari rantai
utama sampai 400 ribu unit.
B. Glikogen
Gikogen
adalah karbohidrat yang menjadi gudang-energi pada binatang. Glikogen disimpan
dihati (sampai 10% dari berat basah) dan diotot. Glikogen mempunyai struktur
sama dengan amilopektin. Glikogen adalah polimer dari glukosa mata rantai α, 1
4’ dengan cabang α, 1 6’. Glikogren mempunyai lebih banyak cabang daripada
amilopektin. Cabang terjadi pada setiap 8 sampai 12 unit glukosa pada rantai
utama. Panjang dari rantai cabang lebih kurang 8 sampai 10 unit glukosa, lebih
penjdek dari amilopektin. Molekul glikogen mempunyai berat formula yang sangat
berbeda, mulai dari 270.000 sampai 100.000.000.
C. Selulosa
Selulosa
adalah struktur polisakarida utama dalam tanaman. Katun terdirin dari lebih
kurang 90% selulosa.

Polimer selulosa
terdiri dari rantai glukosa tidak bercabang dari mata rantai β, 1 4’. Polimer
adalah campuran dari molekul bermacam – macam rumus berat. Penentuan dari
panjang rantai dilakukan dengan hidrolisa dari rantainya.

D. Khitin
Khitin
sama dengan selulosa dalam strukturnya dalam molekul polisakarida diikat
bersama oleh mata rantai β, 1 4’. Perbedaan utama antara khitin dan selulosa
adalah khitin terbentuk dari N-asetilglukosamin sedangkan selulosa dari
glukosa.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim.2008.Sifat
Fisik dan Sifat Kimia Karbohidrat
http://food4healthy.wordpress.com/2008/08/13/sifat-fisik-dan-kimia-karbohidrat/ (Diunduh 04 mei
2012)
Anonim.2009.Uji
Karbohidrat
Anonim.2012.Kimia
Pangan
Marizha.2012.Karbohidrat

Tidak ada komentar:
Posting Komentar