TUGAS KIMIA ORGANIK II“MONOSAKARIDA”
Oleh :
DESKRIANA RAHMELIA
A 251 10 032
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TADULAKO
2012
JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TADULAKO
2012
Monosakarida
Monosakarida
merupakan sakarida sederhana yang tidak dapat dihidrolisis menjadi satuan
terkecil walaupun dalam suasana yang lunak sekalipun. Monosakarida paling
sederhana adalah gliseraldehid atau aldotriosa dan isomerinya adalah
dihidroksiaseton atau ketotrios. Kedua senyawa tersebut merupakan suatu triosa
karena mengandung tiga atom karbon. Jadi suatu monosakarida, tidak hanya dapat
dibedakan berdasarkan gugus-gugus fungsionalnya melainkan juga dari jumlah atom
karbonnya.

Monosakarida
sederhana aldotriosa dan ketotriosa
Monosakarida
yang paling banyak ditemukan dalam tubuh organisme adalah monosakarida yang
dibangun dengan 6 (enam) atom C yang dikenal sebagai Glukosa. Pada molekul ini
terdapat lima gugus hidroksil dan satu gugus aldehid yang terikat pada atom karbon.
Glukosa memiliki dua isomer yaitu manosa dan Galaktosa, perbedaan antara
Glukosa dengan Manosa terletak pada gugus hidroksi pada atom C nomor 2.
Demikian pula halnya perbedaan antara Glukosa dan Galaktosa terletak pada gugus
hidroksinya, gugus OH disebelah kanan untuk galaktosa sedangkan glukosa
terletak disebelah kiri, untuk lebih jelasnya perhatikan struktur berikut :

Rumus
bangun senyawa D-Glukosa, D-Manosa dan D-Galaktosa
Glukosa
dengan rumus molekul C6H12O6, adalah
monosakarida yang mengandung enam atom karbon. Glukosa merupakan polihidroksi
aldehida (memiliki gugus CHO). Lima karbon dan satu oksigennya membentuk siklik
yang disebut “cincin piranosa”, bentuk siklik ini paling stabil untuk aldosa
beratom karbon enam.
Dalam
cincin piranosa, atom karbon mengikat gugus samping hidroksil dan hidrogen
kecuali untuk atom C no.5, yang terikat pada gugus CH2OH sebagai
atom karbon nomor 6. Struktur cincin ini berada dalam kesetimbangan pada pH 7,
struktur D-Glukosa dalam bentuk cincin piranosa. Selain memiliki isomer,
Glukosa juga memiliki enansiomer yaitu isomer cermin terhadap dirinya yaitu
D-glukosa dan L-glukosa. Namun kenyataannya yang ditemukan pada organisme,
hanya yang dalam bentuk D-isomer. Dalam bentuk rantai lurus kita dapat dengan mudah
membedakan Bentuk D atau L konformasi isomer pada karbon nomor 5 atau pada atom
C asimetris. Notasi D berasal dari kata Dextro berarti kanan, dan notasi L
berarti levo atau kiri, sebagai penanda digunakan gugus hidroksilnya.

Bentuk
cincin piranosa senyawa D-Glukosa
Sedangkan
pada cincin piranosa juga memiliki dua bentuk yang khas, yaitu posisi dari
gugus hidroksil pada atom karbon pertama. Jika gugus hidroksil berposisi di
bawah hidrogennya, maka disebut dengan bentuk α (alfa). Demikianpula sebaliknya
jika gugus hidroksilnya berposisi di atas hidrogennya, disebut dengan bentuk β
(beta). Glukosa di dalam air akan membentuk keseimbangan dalam dua bentuk,
yaitu bentuk α -D–Glukosa dan β -D–Glukosa, dengan komposisi 36 : 64. Proses
perubahan dari α -D–Glukosa ke β -D–Glukosa atau sebaliknya disebut dengan
disebut mutarotasi.


Glukosa
merupakan sumber tenaga utama bagi makhluk hidup. Glukosa diserap ke dalam
peredaran darah melalui saluran pencernaan. Sebagian glukosa ini kemudian
langsung menjadi bahan bakar sel otak, sedangkan yang lainnya menuju hati dan
otot, yang menyimpannya sebagai glikogen.
Glikogen merupakan sumber energi
cadangan yang akan dikonversi kembali menjadi glukosa pada saat dibutuhkan
kembali. Perombakan karbohidrat yang menghasilkan bentuk lain selain glukosa
seperti: fruktosa dan galaktosa, akan diangkut ke hati, dandikonversi atau
diubah menjadi glukosa. Fruktosa merupakan monosakarida yang memiliki enam atom
karbon merupakan isomer dari glukosa, namun memiliki gugus aldehid. Fruktosa
terasa lebih manis dari glukosa dan banyak terdapat dalam buahbuahan. Untuk
membedakan struktur molekul glukosa dengan fruktosa.
Glukosa
juga memiliki keunggulan yaitu tidak mudah bereaksi secara nonspesifik dengan
gugus amino suatu protein dengan cara mereduksinya. Reaksi ini dikenal dengan
glikosilasi yang dapat merusak fungsi berbagai enzim. Hal ini disebabkan karena
glukosa berada dalam bentuk isomer siklik yang kurang reaktif. Beberapa dampak
glikosilasi protein adalah komplikasi akut seperti diabetes, gagal ginjal, dan
kerusakan saraf peripheral.
Monosakarida larut di dalam air dan rasanya manis, sehingga secara
umum disebut juga gula. Penamaan kimianya selalu berakhiran -osa. Dalam Ilmu
Gizi hanya ada tiga jenis monosakarida yang penting yaitu, glukosa, fruktosa
dan galaktosa.
Glukosa
Terkadang orang menyebutnya gula anggur ataupun dekstrosa. Banyak
dijumpai di alam, terutama pada buah-buahan, sayur-sayuran, madu, sirup jagung
dan tetes tebu. Di dalam tubuh glukosa didapat dari hasil akhir pencemaan
amilum, sukrosa, maltosa dan laktosa.
Glukosa dijumpai di dalam aliran darah (disebut Kadar Gula Darah)
dan berfungsi sebagai penyedia enersi bagi seluruh sel-sel dan jaringan tubuh.
Pada keadaan fisiologis Kadar Gula Darah sekitar 80-120 mg %. Kadar gula darah
dapat meningkat melebihi normal disebut hiperglikemia, keadaan ini dijumpai
pada penderita Diabetes Mellitus.
Fruktosa
Disebut juga gula buah ataupun levulosa. Merupakan jenis sakarida
yang paling manis, banyak dijjumpai pada mahkota bunga, madu dan hasil
hidrolisa dari gula tebu. Di dalam tubuh fruktosa didapat dari hasil pemecahan
sukrosa.
Galaktosa
Tidak dijumpai dalam bentuk bebas di alam, galaktosa yang ada di
dalam tubuh merupakan hasil hidrolisa dari laktosa.
Karbohidrat
terdiri dari atom karbon kiral. Atom karbon kiral memiliki empat grup terikat
yang berbeda. Sebuah atom kiral dapat membentuk dua konfigurasi yang berbeda.
Perbedaan konfigurasi ini terlihat sebagai refleksi seperti saat melihat
bayangan diri di cermin dan membandingkannya dengan tubuh asli.
Atom karbon kiral. A, B, D, dan E menunjukkan atom yang
berbeda, gugus fungsional, atau gugus atom lain yang terikat pada atom C.
Karena setiap
atom karbon kiral mempunyai bayangan cermin, terdapat 2n konfigurasi
untuk atom-atom tersebut. Karena itu, untuk enam-karbon aldosa terdapat 2 atau
16 konfigurasi yang berbeda.
Semua gula yang
memiliki gugus hidroksil di nomor atom karbon kiral tertinggi (misal pada
glukosa berada pada atom C-5) terletak di sisi kanan disebut dengan gula-D,
begitu pula sebaliknya semua gula yang memiliki gugus hidroksil di nomor atom
kiral tertinggi terletak di sisi kiri disebut gula-L. Gula-L tidak banyak
terdapat di alam dibanding dengan bentuk D namun bagaimanapun juga gula-L
memegang peranan penting dalam biokimia. Dua gula-L yang ditemukan dalam bahan
makanan yaitu L-arabinosa dan L-galaktosa, keduanya berada dalam bentuk polimer
karbohidrat (polisakarida).
Tinjauan lain
dari monosakarida adalah gugus keton sebagai karbonil fungsional. Gula-gula ini
disebut ketosa. Nomenklatur karbohidrat untuk ketosa adalah –ulose.
D-fruktosa adalah contoh utama untuk gula ini. D-fruktosa merupakan penyusun
dari salah satu bentuk disakarida yaitu sukrosa. D-fruktosa merupakan ketosa
komersil penting dan satu-satunya yang ditemukan di alam dalam bentuk yang
bebas, namun, seperti halnya glukosa hanya terdapat dalam jumlah yang kecil.
Berikut ciri-ciri
umum dari monosakarida,
ü Merupakan
karbohidrat yang paling sederhana,tidak dapat dihidrolisis lebih lanjut
ü Merupakan
kristal padat yang bebas larut di dalam air, tidak larut dalam pelarut nonpolar
ü Diserap langsung oleh alat
pencernaan
ü Perbedaan struktur
menyebabkan sifat spesifik
ü Mempunyai
rumus empiris (CH2O)n, dimana n = 3 – 8. Jumlah atom C:
triosa, tetrosa, pentosa dan hesosa
ü Tidak berwarna
ü Berasa manis
Isomerisasi
Monosakarida
Aldosa dan
ketosa sederhana terdiri dari jumlah atom karbon yang sama merupakan isomer
satu sama lain, karena itu, heksosa dan hexulosa keduanya memiliki rumus
empiris yang sama C6H12O 6 dan
dapat diinterkonversi dengan isomerisasi. Isomerisasi monosakarida melibatkan
kedua gugus karbonil dan gugus hidroksil yang berdekatan. Dengan reaksi ini,
satu aldosa berubah menjadi aldosa yang lain (dengan konfigurasi C-2 yang
berlawanan) dan ketosa yang sesuai, sedangkan ketosa berubah menjadi dua aldosa
yang sesuai. Oleh karena itu, dengan isomerisasi, D-glukosa, D-mannosa, dan D-fruktosa
dapat diinterkonversi. Isomerisasi dapat dikatalisis dengan basa atau enzim.
Bentuk
Cincin Monosakarida
Gugus karbonil
aldehid bersifat reaktif dan dengan mudah mengalami nukleifilik yang diambil
oleh atom oksigen dari gugus hidroksil untuk menghasilkan hemiasetal. Gugus
hidroksil hemiasetal dapat bereaksi lebih jauh (dengan kondensasi) dengan gugus
hidroksil dari alkohol menghasilkan acetal. Reaksi gugus karbonil ketosa hampir
sama.
Bentuk hemiasetal dapat terjadi dalam
gula molekul aldosa atau ketosa yang sama dimana karbonil fungsional bereaksi
dengan salah satu gugus hidroksilnya. Hasilnya adalah enam-anggota cincin gula
yang disebut piranosa. Dalam hal ini atom oksigen dari gugus hidroksil
pada C-5 untuk bereaksi membentuk cincin, C-5 harus berotasi untuk membawa atom
oksigennya ke atas/naik. Rotasi ini mem-bawa gugus hidroksimetil (C-6) ke
posisi di atas cincin. Gambar cincin D-glukopiranosa di bawah ini menunjukkan
proyeksi Haworth.
Gula dapat juga
membentuk lima-anggota cincin yang disebut dengan furanosa, namun jarang
terjadi.
Ketika atom
karbon dari gugus karbonil terlibat dalam formasi cincin, untuk menjadi
hemiasetal (piranosa atau furanosa), ia menjadi kiral. Dengan gula-D
konfigurasi yang memiliki gugus hidroksil di bawah cincin disebut dengan bentuk
alpha.
Glikosida
Bentuk
hemiasetal gula dapat bereaksi dengan alkohol untuk menghasilkan asetal penuh
yang disebut de-ngan glikosida. Hubungan asetal dengan atom karbon anomerik
ditantadi oleh akhiran –ide . Misalnya D-glukosa bereaksi dengan
methanol, produk utamanya adalah metil α-D-glukopyranoside dan sedikit metil
β-D-glukopyranoside.
Dua bentuk
anomerik furanosida juga terbentuk, namun strukturnya memiliki energi yang
lebih tinggi, mereka membentuk bentuk yang lebih stabil dan terdapat pada
equilibrium dalam jumlah yang ren-dah. Dalam hal ini gugus methil dan beberapa
gugus lain terikat pada gula membentuk glikosida, yang disebut aglikon.
Glikosida mengalami hidrolisasi menghasilkan gula reduksi dan senyawa
terhidroksilasi.
ü - Paling
banyak terdapat di dalam makanan dan dimetabolisme tubuh adalah hexose :
glukosa (dekstrosa/gula anggur), fruktosa (levulosa atau gula buah), galaktosa,
mannose.
ü - Dibedakan
menjadi 2 yaitu aldosa (monosakarida yang mengandung gugus aldehid, misalnya
gliseraldehid), dan ketosa (monosakarida yang mengandung gugus keton, misal
dihidroksiaseto
Struktur khas
monosakarida dapat diidentifikasi menggunakan reaksi kimia berikut:
a. Senyawa
Iodo
Jika suatu aldosa direaksikan dengan Asam Iodida (HI),
maka aldosa akan kehilangan seluruh oksigennya dan digantikan dengan senyawa
Iodat (C6H13I). Turunan yang dihasilkan merupakan suatu
senyawa dengan rantai lurus seperti heksana. Ini membuktikan bahwa aldosa tidak
mempunyai rantai samping. Dengan reaksi:
C6H12O6
+ HI → CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2I
+ 3O2
b. Oksidasi
Oksidasi monosakarida akan menghasilkan asam. Gugus
aldehid yang terdapat pada aldosa teroksidasi menjadi gugus aldonat. Apabila
gugus CH2OH teroksidasi maka akan membentuk asam uronat. Larutan HNO3
pekat dapat mengoksidasi kedua gugus
aldehida membentuk asam sakarat.
Para monosakarida yang paling
berlimpah adalah glukosa dengan n = . Dengan
demikian rumus untuk glukosa akan (CH 2 O) 6 atau C 6
H 12 O 6..
Monosakarida umum lain adalah fruktosa (n = 6) dan galaktosa (juga n = 6). formula! Ketiga molekul memiliki rumus molekul
yang sama! Bagaimana mereka berbeda?. Cukup,
susunan atom dalam molekul masing-masing sedikit berbeda. Jadi meskipun semua
tiga molekul yang sangat mirip, mereka berbeda dan berbed. Molekul yang memiliki rumus molekul sama tetapi
struktur yang berbeda yang dikenal sebagai isomer. Glukosa, fruktosa, dan galaktosa semua isomer
satu sama lain.
FUNGSI
MONOSAKARIDA
Adapun funsi dari monosakarida,
yaitu :
1.
Reaksi dengan basa dan asam
2.
Gula pereduksi
3.
Pembentukan glikosida
4.
Pembentukan ester
5.
Fenilosazon dan Osazon
Fungsi utama dari monosakarida
adalah sebagai sumber energi bagi organisme. Dengan adanya O 2,
glukosa dan monosakarida lainnya dapat dipecah menjadi CO 2 dan H 2
O dengan pelepasan. Energi ini dimanfaatkan
oleh sel untuk melakukan kerja. Selain itu,
monosakarida berfungsi sebagai "blok bangunan" untuk pembentukan
di-dan polisakarida.
Rumus (CH 2 O) n
merupakan bentuk sederhana dari monosakarida. Meskipun Anda mungkin tidak akan
menemukan banyak bentuk kompleks dalam kursus ini, mereka memang ada. Contoh
gula lebih kompleks adalah gula amino (gula yang mengandung gugus amino [-NH 2]dan
fosfat gula (gula yang mengandung gugus fosfat [PO 4].
Monosakarida pengangkut pada tumbuhan: struktur, fungsi dan fisiologi.
Monosakarida Transportasi melintasi membran plasma
Tanaman memainkan peran penting dalam Tanaman Baik lebih rendah Dan lebih
Tinggi. Alga dapat beralih di antara phototrophic dan pertumbuhan heterotrofik
dan memanfaatkan senyawa organik, seperti monosakarida sebagai sumber karbon
tambahan atau tunggal. Alga dapat beralih di ANTARA phototrophic Dan
pertumbuhan heterotrofik Dan memanfaatkan senyawa organik, saling melengkapi
monosakarida sebagai Sumber KARBON tambahan atau Tunggal. Tinggi tanaman
merupakan mosaik kompleks sel phototrophic dan heterotrofik dan jaringan dan
tergantung pada aktivitas transporter banyak untuk partisi yang benar dari
karbon berasimilasi antara organ yang berbeda. Tinggi Tanaman Mosaik merupakan
Kompleks sel phototrophic Dan heterotrofik Dan Jaringan Dan Tergantung PADA
aktivitas transporter BANYAK untuk partisi Yang benar bahasa Dari KARBON
berasimilasi ANTARA organ Yang berbeda. Kloning gen transporter monosakarida
dan cDNA diidentifikasi terkait erat protein membran integral dengan 12 heliks
transmembran menunjukkan homologi yang signifikan untuk transporter
monosakarida dari ragi, bakteri dan mamalia. Kloning gen transporter
monosakarida Dan cDNA diidentifikasi terkait di masa mendatang erat protein
membran terpisahkan Mencari Google Artikel 12 untai transmembran menunjukkan
homologi Yang signifikan untuk transporter monosakarida bahasa Dari ragi,
Bakteri Dan mamalia. Analisis struktur dilakukan dengan beberapa anggota domain
ini superfamili transporter protein diidentifikasi atau bahkan spesifik residu
asam amino putatively terlibat dalam mengikat substrat dan spesifisitas.
Analisis struktur dilakukan Mencari Google Artikel Baru beberapa anggota domain
Suami superfamili transporter protein diidentifikasi atau bahkan spesifik
residu asam amino putatively terlibat dalam mengikat substrat Dan spesifisitas.
Ekspresi cDNA transporter tanaman monosakarida dalam sel ragi dan oosit katak
memungkinkan karakterisasi spesifitas substrat dan parameter kinetik. Ekspresi
cDNA Tanaman transporter monosakarida dalam sel ragi Dan oosit Katak
memungkinkan karakterisasi spesifitas substrat Dan parameter kinetik. Studi
imunohistokimia, dalam analisis hibridisasi in situ dan studi dilakukan dengan
tanaman transgenik mengekspresikan gen reporter di bawah kendali promotor dari
gen transporter monosakarida tertentu memungkinkan lokalisasi protein
transportasi atau mengungkapkan situs ekspresi gen. Studi imunohistokimia,
dalam analisis hibridisasi in situ dilakukan studi menjabarkan Dan Mencari
Google Artikel Tanaman transgenik mengekspresikan gen reporter di Bawah KENDALI
transporter promotor bahasa Dari gen monosakarida tertentu memungkinkan
lokalisasi protein Transportasi atau mengungkapkan Situs Ekspresi gen. Tinggi
tanaman memiliki keluarga besar gen transporter monosakarida dan masing-masing
protein encoded tampaknya memiliki fungsi tertentu sering terbatas pada
sejumlah sel dan diatur baik perkembangan dan dengan rangsangan lingkungan.
Tinggi Tanaman memiliki Keluarga Besar gen transporter monosakarida Dan
masing-masing protein yang dikode tampaknya memiliki fungsi tertentu sering
Terbatas PADA sejumlah sel Dan diatur Baik perkembangan Dan Mencari Google
Artikel Lingkungan rangsangan.
Contoh tanaman monosakarida
Semua tanaman yang mengandung karbohidrat
adalah tanaman monosakarida karena hasil akhir pemecahan karbohidrat adalah
monosakarida yaitu glukosa, galaktosa dan fruktosa. kalo tanaman yang langsung
menghasilkan monosakarida yaitu tebu karena airnya mengandung sukrosa,
lagi-lagi bukan monosakarida murni malah mengadung disakarida. pada buah2an
yang manis juga banyak mengandung disakarida, 1 tingkat di atas sukrosa,
maltosa dan laktosa.
untuk laktosa banyak terdapat dalam susu. kalau sumber Karbohidrat itu nasi, umbi-umbian, tepung dll.
untuk laktosa banyak terdapat dalam susu. kalau sumber Karbohidrat itu nasi, umbi-umbian, tepung dll.
Kegunaan monosakarida
Monosakarida merupakan sakarida
sederhana yang tidak dapat dihidrolisis menjadi satuan terkecil walaupun dalam
suasana yang lunak sekalipun. Monosakarida paling sederhana adalah
gliseraldehid atau aldotriosa dan isomerinya adalah dihidroksiaseton atau
ketotriosa.
Monosakarida yang paling banyak ditemukan dalam tubuh organisme adalah monosakarida yang dibangun dengan 6 (enam) atom C yang dikenal sebagai Glukosa. Pada molekul ini terdapat lima gugus hidroksil dan satu gugus aldehid yang terikat pada atom karbon.
Glukosa memiliki dua isomer yaitu manosa dan Galaktosa, perbedaan antara Glukosa dengan Manosa terletak pada gugus hidroksi pada atom C nomor 2Glukosa dengan rumus molekul C6H12O6, adalah monosakarida yang mengandung enam atom karbon. Glukosa merupakan polihidroksi aldehida (memiliki gugus CHO). Lima karbon dan satu oksigennya membentuk siklik yang disebut “cincin piranosa”, bentuk siklik ini paling stabil untuk aldosa beratom karbon enam.
Monosakarida yang paling banyak ditemukan dalam tubuh organisme adalah monosakarida yang dibangun dengan 6 (enam) atom C yang dikenal sebagai Glukosa. Pada molekul ini terdapat lima gugus hidroksil dan satu gugus aldehid yang terikat pada atom karbon.
Glukosa memiliki dua isomer yaitu manosa dan Galaktosa, perbedaan antara Glukosa dengan Manosa terletak pada gugus hidroksi pada atom C nomor 2Glukosa dengan rumus molekul C6H12O6, adalah monosakarida yang mengandung enam atom karbon. Glukosa merupakan polihidroksi aldehida (memiliki gugus CHO). Lima karbon dan satu oksigennya membentuk siklik yang disebut “cincin piranosa”, bentuk siklik ini paling stabil untuk aldosa beratom karbon enam.
Mengapa monosakarida larut dalam air tapi tidak larut dalam pelarut nonpolar?
Karena monosakarida
memiliki komponen terluar tiap molekulnya yaitu atom O dan H yang bisa
"menempel" dengan atom O dan H dari air. Atom O dari monosakarida
menempel dengan atom H dari air, dan atom H dari monosakarida menempel dengan
atom O dari air.
Pelarut organik hampir semuanya hanya memiliki komponen atom terluar berupa atom H, sehingga tidak bisa menempel dengan atom O dari monosakarida. Eter yang memiliki atom O, seluruh lengan elektronnya sudah berikatan kuat dengan atom C yang ada di sebelah kanan dan kirinya sehingga tidak bisa menempel dengan atom H yang ada di monosakarida.
Pelarut organik hampir semuanya hanya memiliki komponen atom terluar berupa atom H, sehingga tidak bisa menempel dengan atom O dari monosakarida. Eter yang memiliki atom O, seluruh lengan elektronnya sudah berikatan kuat dengan atom C yang ada di sebelah kanan dan kirinya sehingga tidak bisa menempel dengan atom H yang ada di monosakarida.

1 komentar:
thanks kak, sangat membantu.
Posting Komentar