Halaman

Rabu, 30 Mei 2012

Bahaya penggunaan alkohol berlebihan

            Alkohol murni tidaklah dikonsumsi manusia.  Yang sering dikonsumsi  adalah minuman yang mengandung bahan sejenis alkohol, biasanya adalah ethyl alcohol atau ethanol (CH3CH2OH ).  Bahan ini dihasilkan dari proses fermentasi gula yang dikandung  dari malt dan beberapa buah-buahan seperti hop, anggur dan sebagainya.

Beberapa jenis minuman dan kandungan alkoholnya :
-  Beer                         :  2 – 8 %
-  Dry wine                   :  8 – 14 %
-  Vermouth                 :  18 – 20 %
-  Cocktail wine            :  20 – 21 %
-  Cordial                     :  25 – 40 %
-  Spirits                      :  40 – 50 %

Akibat Penggunaan :
      
Bila seseorang mengkonsumsi minuman yang mengandung alkohol, zat tersebut. diserap oleh lambung, masuk ke aliran darah dan tersebar ke seluruh jaringan tubuh, yang mengakibatkan terganggunya semua sistem yang ada di dalam tubuh.  
Besar akibat alkohol tergantung pada berbagai faktor, antara lain berat tubuh, usia, gender, dan sudah tentu frekuensi dan jumlah alkohol yang dikonsumsi.

Efek moderat :  euphoria  ( perasaan gembira dan nyaman ), lebih banyak bicara dan rasa pusing

Efek setelah minum dalam jumlah besar :
- banyak sekali berbicara
- nausea  ( ‘neg )
- muntah
- sakit kepala, pusing
- rasa haus
- rasa lelah
- disorientasi
- tekanan darah menurun
- refleks melambat
 
Akibat Penggunaan – Jangka Panjang :
- Kegelisahan
- Gemetar / tremor
- Halusinasi
- Kejang-kejang
- Bila disertai dengan nutrisi yang buruk, akan merusak organ vital seperti otak dan hati  

Catatan :
- Sangat potensial menimbulkan rasa ketagihan / ketergantungan
- Semakin lama penggunaan, toleransi tubuh semakin besar sehingga untuk mendapatkan 
 
efek yang sama, semakin lama semakin besar dosisnya.

        
Bila ibu yang hamil mengkonsumsi, akan mengakibatkan bayi yang memiliki resiko lebih tinggi terhadap hambatan perkembangan mental dan ketidak-normalan lainnya, serta beresiko lebih besar menjadi pecandu alkohol saat dewasanya.

GAS MULIA DAN SENYAWANYA


Gas mulia
Di abad ke-18, H. Cavendish menemukan komponen yang inert di udara. Di tahun 1868, suatu garis di spektrum sinar matahari yang tidak dapat diidentifikasi ditemukan dan disarankan garis tersebut disebabkan oleh unsur baru, helium. Berdasarkan fakta ini, di akhir abad ke-19 W. Ramsay mengisolasi He, Ne, Ar, Kr, dan Xe dan  dengan mempelajari sifat-sifatnya ia dapat menunjukkan bahwa gas-gas tersebut adalah unsur baru. Walaupun argon berkelimpahan hampir 1% di udara, unsur ini belum diisolasi hingga Ramsay mengisolasinya dan gas mulia sama sekali tidak ada dalam tabel periodiknya Mendeleev. Hadiah Nobel dianugerahkan pada Ramsay tahun 1904 atas keberhasilannya ini.
Gas mulia ditemukan di dekat golongan halogen dalam tabel periodik. Karena unsur gas mulia memiliki konfigurasi elektron yang penuh, unsur-unsur tersebut tidak reaktif dan senyawanya tidak dikenal. Akibatnya gas-gas ini dikenal dengan gas inert.  Namun, setelah penemuan senyawa gas-gas ini, lebih tepat untuk menyebutnya dengan unsur gas mulia, seperti yang digunakan di sini.
Walaupun kelimpahan helium di alam dekat dengan kelimpahan hidrogen, helium sangat jarang dijumpai di bumi karena lebih ringan dari udara. Helium berasal dari reaksi inti di matahari dan telindung di bawah kerak bumi. Helium diekstraksi sebagai hasil samping gas alam dari daerah-daerah khusus (khususnya Amerika Utara). Karena titik leleh helium adalah yang terendah dari semua zat (4.2 K), helium sangat penting dalam sains suhu rendah dan superkonduktor. Lebih lanjut, karena ringan helium digunakan dalam balon udara, dsb. Karena argon didapatkan dalam jumlah besar ketika nitrogen dan oksigen dipisahkan dari udara, argon digunakan meluas dalam metalurgi, dan industri serta laboratorium yang memerlukan lingkungan bebas oksigen.



 

Senyawa gas mulia

Xenon, Xe, bereaksi dengan unsur yang paling elektronegatif, misalnya fluorin, oksigen, dan khlorin dan dengan senyawa yang mengandung unsur-unsur ini, misalnya platinum fluorida, PtF6. Walaupun senyawa xenon pertama dilaporkan tahun 1962 sebagai XePtF6, penemunya N. Bartlett, kemudian mengoreksinya sebagai campuran senyawa Xe[PtF6]x (x= 1-2). Bila campuran senyawa ini dicampurkan dengan gas fluorin dan diberi panas atau cahaya, flourida XeF2, XeF4, dan XeF6 akan dihasilkan. XeF2 berstruktur bengkok, XeF4 bujur sangkar, dan XeF6 oktahedral terdistorsi. Walaupun preparasi senyawa ini cukup sederhana, namun sukar untuk mengisolasi senyawa murninya, khususnya XeF4.
Hidrolisis fluorida-fluorida ini akan membentuk oksida. XeO3 adalah senyawa yang sangat eksplosif. Walaupun XeO3 stabil dalam larutan, larutannya adalah oksidator sangat kuat.
Tetroksida XeO4, adalah senyawa xenon yang paling mudah menguap.  M[XeF8] (M adalah Rb dan Cs) sangat stabil tidak terdekomposisi bahkan dipanaskan hingga 400° C sekalipun. Jadi, xenon membentuk senyawa dengan valensi dua sampai delapan.  Fluorida-fluorida ini digunakan juga sebagai bahan fluorinasi.
Walaupun kripton dan radon diketahui juga membentuk senyawa, senyawa kripton dan radon jarang dipelajari karena ketidakstabilannya dan sifat radioaktifnya yang membuat penanganannya sukar.

Senin, 28 Mei 2012

struktur molekul



oligosakarida dan polisakarida


TUGAS KIMIA ORGANIK II
OLIGOSAKARIDA DAN POLISAKARIDA


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPpojq7MhygI1jcy1rLecAQjXAW_a0w5OnQCeKBywQ4y-9hSQwgaO0tFkEqt5z6UiWW5yQ9fvr1sa8HKc8M9OHQ2_e90deRrLE2eeliv1LWoqkvqnNtk4G5Q0UePNIZvfScu0iReUPnnM/s1600/untad-logo-www.kakarmand.blogspot.com+surat.JPG




OLEH :
DESKRIANA RAHMELIA
A 251 10 032


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TADULAKO
2012






OLIGOSAKARIDA DAN POLISAKARIDA

Oligosakarida, ialah gula yang bila terhidrolisa menghasilkan beberapa molekul monosakarida. Termasuk senyawa ini ialah:
a)      disakarida, tersusun dari 2 molekul monosakarida
b)      trisakarida, tersusun dari 3 molekul monosakarida.,
c)      tetrasakarida, tersusun dari 4 molekul monosakarida.

             Sifat dari oligosakarida : mudah larut daiam air dan larutannya berasa manis.
Monosakarida dan oligosakarida karena berasa manis kedua golongan ini disebut gula.

            Polisakarida, ialah karbohidrat dimana molekulnya apabila dihidrolisa menghasilkan banyak sekali monosakarida (300).
Sifat polisakarida : sukar larut dalam air, larutannya dalam air be
rupa kolloid dan rasanya tidak manis, sering disebut bukan gula.
Pada umumnya polisakarida mempunyai molekul besar dan lebih kompleks daripada mono dan oligosakarida. Molekul polisakarida terdiri atas banyak molekul monosakarida. Polisakarida yang terdiri atas satu macam monosakarida saja disebut homopolisakarida, sedangkan yang mengandung senyawa lain disebut heteropolisakarida.

           Umumnya polisakarida berupa senyawa berwarna putih dan tidak berbentuk kristal, tidak mempunyai rasa manis dan tidak mempunyai sifat mereduksi. Berat molekul polisakarida bervariasi dari beberapa ribu hingga lebih dari satu juta. Polisakarida yang dapat larut dalam air akan membentuk larutan koloid. Beberapa polisakarida yang penting di antaranya ialah amilum, glikogen, dekstrin dan selulosa.

         Amilum Polisakarida ini terdapat banyak di alam, yaitu pada sebagian besar tumbuhan. Amilum atau dalam bahasa sehari-hari disebut pati terdapat pada umbi, daun, batang dan biji-bijian.
Polisakarida adalah senyawa dalam mana molekul-molekul mengandung banyak satuan monosakarida yang disatukan dengan ikatan gukosida. Polisakarida memenuhi tiga maksud dalam sistem kehidupan sebagai bahan bangunan, makanan dan zat spesifik. Polisakarida bahan bangunan misalnya selulosa dan kitin. Polisakarida makanan yang lazim adalah pati dan glikogen. Sedangkan polisakarida zat spesifik adalah heparin, satu polisakarida yang mencegah koagulasi darah.

Oligosakarida dan polisakarida
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/3e/Cellulose-2D-skeletal.png/220px-Cellulose-2D-skeletal.png

Selulosa sebagai polimer β-D-glukosa
Ketika beberapa (sekitar 3-6) monosakarida bergabung menjadi satu, maka akan disebut sebagai oligosakarida (oligo- artinya "sedikit"). Jika banyak monosakarida bergabung menjadi satu, maka akan disebut sebagai polisakarida. Monosakarida dapat bergabung membentuk satu rantai panjang, atau mungkin bercabang-cabang. 2 jenis polisakarida yang paling dikenal adalah selulosa dan glikogen, dua-duanya terdiri dari monomer glukosa.
*       Selulosa dibuat oleh tumbuhan dan merupakan komponen penting yang membentuk dinding sel. Manusia tidak bisa membuat ataupun mencerna selulosa.
*       Glikogen, atau nama lainnya adalah gula otot, digunakan oleh manusia dan hewan sebagai sumber energi.

ü  Pati dan dekstrin. Komponennya berupa glukosa. Karbohidrat ini umum dijumpai pada umbi-umbiankacang-kacangantebubit, dan sebagainya. Polisakarida ini dapat dicerna manusia.
ü  Selulosa. Komponennya berupa glukosa. Umum dijumpai pada dinding sel dan serat tanaman. Polisakarida ini tidak dapat dicerna manusia.
ü  Glikogen. Komponen utamanya adalah glukosa. Umum dijumpai pada hatijaringan hewan, dan jagung
ü  Hemiselulosa. Komponen utamanya adalah arabinosaxylosarhamnosagalaktosamanosaglukoronat, dan galakturonat. Umumnya terdapat di dinding sel, serat tanaman, biji-bijian, kacang-kacangan, tepungdedak, dll. Polisakarida ini tidak dapat dicerna manusia.
ü  Pentosan. Komponen utamanya adalah arabinosa dan xylosa. Umum ditemukan pada buah-buahan.
ü  Rafinosa atau stakynosa. Komponen utamanya adalah galaktosaglukosa, dan fruktosa. Umum ditemukan pada kacang-kacangan, biji-bijian, bit, dan tebu. Oligosakarida ini tidak dapat dicerna manusia.
ü  Fruktosil-sukrosa. Komponen utamanya adalah fruktosa dan glukosa. Umum ditemukan pada biji-bijian dan bawang bombay.
ü  Maltooligosakarida. Komponen utamanya adalah glukosa. Umum ditemukan pada sirup dan malt.


Sifa fisik oligosakarida dan polisakarida
Oligosakarida merupakan gabungan dari molekul-molekul monosakarida. Oligosakarida dapat berupa disakarida, trisakarida, dst. Sebagian besar oligosakarida dihasilkan dari proses hidrolisa polisakarida dan hanya beberapa oligosakarida yang secara alami terdapat di alam. Oligosakarida yang paling banyak digunakan dalam industri pangan adalah maltosa, laktosa dan sukrosa. Maltosa terdiri dari 2 molekul glukosa. Maltosa diperoleh dari hasil hidrolisa pati. Kegunan maltosa yang paling menonjol adalah sebagai bahan pemanis. Laktosa terdiri dari 1 molekul glukosa dan 1 molekul galaktosa. Secara alami, laktosa terdapat pada air susu. Laktosa yang terfermentasi akan berubah menjadi asam laktat. Laktosa dapat menstimulasi penyerapan kalsium. Lactose intolerance merupakan gangguan ketidakmampuan tubuh mencerna laktosa akibat kurang/tidak adanya enzim lactase. Sukrosa merupakan gabungan dari α-D-glukopyranosil/glukosa dan β-D-fruktofuranosil/fruktosa. Sukrosa biasa diperoleh di alam sebagai gula tebu dan gula bit (dalam ekstrak gula bit, sukrosa bercampur dengan rafinosa dan stakiosa).
Polisakarida merupakan polimer dari monosakarida yang tersusun dalam rantai bercabang atau lurus. Derajat polimerisasi polisakarida dinyatakan dalam DP (Degree of Polymerization), contoh : DP selulosa sebesar 7000 – 15000. Polisakarida juga biasa disebut sebagai glikan. Berdasarkan unit pembentuknya, glikan terbagi menjadi 2 kelompok : homoglikan (selulosa, pati, amilopektin) dan heteroglikan (algin, guar gum). Polisakarida yang sering digunakan dalam industri pangan adalah agar, alginate, carragenan, LBG, pectin, CMC, modified starch dan xanthan gum.
Oligosakarida (terdiri atas 3-10 unit gula)
Oligosakarida merupakan gabungan dari molekul-molekul monosakarida. Oligosakarida dapat berupa disakarida, trisakarida, dst. Sebagian besar oligosakarida dihasilkan dari proses hidrolisa polisakarida dan hanya beberapa oligosakarida yang secara alami terdapat di alam. Oligosakarida yang paling banyak digunakan dalam industri pangan adalah maltosa, laktosa dan sukrosa. Maltosa terdiri dari 2 molekul glukosa. Maltosa diperoleh dari hasil hidrolisa pati. Kegunan maltosa yang paling menonjol adalah sebagai bahan pemanis. Laktosa terdiri dari 1 molekul glukosa dan 1 molekul galaktosa. Secara alami, laktosa terdapat pada air susu. Laktosa yang terfermentasi akan berubah menjadi asam laktat. Laktosa dapat menstimulasi penyerapan kalsium. Lactose intolerance merupakan gangguan ketidakmampuan tubuh mencerna laktosa akibat kurang/tidak adanya enzim lactase. Sukrosa merupakan gabungan dari α-D-glukopyranosil/glukosa dan β-D-fruktofuranosil/fruktosa. Sukrosa biasa diperoleh di alam sebagai gula tebu dan gula bit (dalam ekstrak gula bit, sukrosa bercampur dengan rafinosa dan stakiosa)..Oligosakarida terdiri atas polimer dua hingga sepuluh monosakarida.
ü  Rafinosa, stakiosa, dan verbaskosa adalah oligosakarida yang terdiri atas unit-unit glukosa, fruktosa, dan galaktosa. Ketiga jenis oligosakarida ini terdapat du dalam biji tumbuh-tumbuhan dan kacang-kacangan serta tidak dapat dipecah oleh enzim-enzim perncernaan.
ü  Fruktan adalah sekelompok oligo dan polisakarida yang terdiri atas beberapa unit fruktosa yang terikat dengan satu molekul glukosa. Fruktan terdapat di dalam serealia, bawang merah, bawang putih, dan asparagus. Fruktan tidak dicernakan secara berarti. Sebagian ebsar di dalam usus besar difermentasi.

Polisakarida (terdiri atas lebih dari 10 unit gula).
Polisakarida merupakan senyawa karbohidrat kompleks, dapat mengandung lebih dari 60.000 molekul monosakarida yang tersusun membentuk rantai lurus ataupun bercabang. Polisakarida rasanya tawar (tidak manis), tidak seperti monosakarida dan disakarida. Di dalam Ilmu Gizi ada 4 jenis yang ada hubungannya yaitu amilum, dekstrin, glikogen dan selulosa. Polisakarida merupakan polimer dari monosakarida yang tersusun dalam rantai bercabang atau lurus. Derajat polimerisasi polisakarida dinyatakan dalam DP (Degree of Polymerization), contoh : DP selulosa sebesar 7000 – 15000. Polisakarida juga biasa disebut sebagai glikan. Berdasarkan unit pembentuknya, glikan terbagi menjadi 2 kelompok : homoglikan (selulosa, pati, amilopektin) dan heteroglikan (algin, guar gum). Polisakarida yang sering digunakan dalam industri pangan adalah agar, alginate, carragenan, LBG, pectin, CMC, modified starch dan xanthan gum.
a. Amilum

Amilum adalah gudang energy karbohidrat yang utama dalam tanaman. Amilum adalah homopolimer (suatu polimer yang dibentuk oleh hanya satu macam unit monomerik) dari glukosa yang digabung oleh mata rantai alfa, matab rantai yang sama dengan maltose.
Dua macam amilum utama adalah amilosa dan amilofektin. Kedua macm amilum ini umumnya disimpan dalam benih, akar, dan umbi dari tanaman yang dapat membentuk sampai 30% dari berat keseluruhan tanaman. Amilosa kuranmg larut dibandingkan dengan amolofektin sehingga tidak dapat larut ketika alcohol ditambahkan, sedangkan amilofektin larut. Bila dilarutkan dalam air panas, amilosa larut sedangkan amilofektin tidak.
Amilosa terdiri dari rantai tidak bercabang yang panjang dari glukosa terikat bersama oleh ikatan α, 1 4’. Panjang rantainya bermacam-macam, yaitu antara 100 sampai 100.000 unit glukosa.




Bila dilarutkan dalam air,amilosa membentuk micelles. Amilosa dalam micelles ada dalam konformasi helisal, yang dapat menangkap iodium dan memberikan warna biru yang khas. Amilopektin, seperti amilosa, adalah suatu polimer dari glukosa yang mempunyai mata rantai α, 1 4’. Tidak seperti amilosa amilopentin adalah polimer bercabang, yang menjadi cabang rantai utama dengan mata rantai α, 1 6’. Suatu cabang ada setiap 20 sampai 30 unit glukosa sepanjang rantai amilopektin. Panjang dari tiap cabang ialah 20 sampai 25 unit glukosa. Panjang dari rantai utama sampai 400 ribu unit.



B. Glikogen
Gikogen adalah karbohidrat yang menjadi gudang-energi pada binatang. Glikogen disimpan dihati (sampai 10% dari berat basah) dan diotot. Glikogen mempunyai struktur sama dengan amilopektin. Glikogen adalah polimer dari glukosa mata rantai α, 1 4’ dengan cabang α, 1 6’. Glikogren mempunyai lebih banyak cabang daripada amilopektin. Cabang terjadi pada setiap 8 sampai 12 unit glukosa pada rantai utama. Panjang dari rantai cabang lebih kurang 8 sampai 10 unit glukosa, lebih penjdek dari amilopektin. Molekul glikogen mempunyai berat formula yang sangat berbeda, mulai dari 270.000 sampai 100.000.000.

C. Selulosa

Selulosa adalah struktur polisakarida utama dalam tanaman. Katun terdirin dari lebih kurang 90% selulosa.

Polimer selulosa terdiri dari rantai glukosa tidak bercabang dari mata rantai β, 1 4’. Polimer adalah campuran dari molekul bermacam – macam rumus berat. Penentuan dari panjang rantai dilakukan dengan hidrolisa dari rantainya.
D. Khitin

Khitin sama dengan selulosa dalam strukturnya dalam molekul polisakarida diikat bersama oleh mata rantai β, 1 4’. Perbedaan utama antara khitin dan selulosa adalah khitin terbentuk dari N-asetilglukosamin sedangkan selulosa dari glukosa.











DAFTAR PUSTAKA
Anonim.2008.Sifat Fisik dan Sifat Kimia Karbohidrat


Anonim.2009.Uji Karbohidrat

Anonim.2012.Biokimia
     
http://id.wikipedia.org/wiki/Biokimia (Diunduh 04mei 2012).

Anonim.2012.Kimia Pangan
     http://id.wikipedia.org/wiki/Kimia_pangan (Diunduh 04mei 2012).


Marizha.2012.Karbohidrat


Minggu, 27 Mei 2012

laporan praktikum penentuan kadar nikel pada uang logam 1000


LAPORAN PRAKTIKUM
DASAR-DASAR KIMIA ANALITIK I
PERCOBAAN III
PENENTUAN KADAR NIKEL PADA UANG LOGAM 1000

Add caption



DESKRIANA RAHMELIA
A 251 10 032



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TADULAKO
2011











I.  JUDUL PERCOBAAN

PENENTUAN KADAR NIKEL PADA UANG LOGAM 1000
DENGAN METODE KOMPLEKSOMETRI

II.  TUJUAN
     Adapun tujuan dilakukannya percobaan ini yaitu untuk menentukkan kadar nikel pada uang logam 1000 melalui metode kompleksometri.

III. TINJAUAN PUSTAKA
                        Titrasi kompleksometri merupakan titrasi terhadap larutan analit dengan titran yang mampu membentuk ion atau senyawa kompleks. Pada prinsipnya titrasi kompleksometri merupakan reaksi pembentukan kompleks yaitu reaksi antara ion logam dan ligan membentuk ion kompleks yang stabil (Pursitasari,2011).
Titrasi kompleksometri merupakan titrasi yang berdasarkan atas pembentukan persenyawaan kompleks (ion kompleks atau garam yang sukar mengion), misalnya
Ag+ + 2CN-                Ag(CN)2-
Disamping titrasi kompleks biasa seperti di atas, dikenal pula kompleksometri yang dikenal sebagai titrasi kelatometri, seperti yang menyangkut penggunaan EDTA. Rumus struktur dari EDTA adalah sebagai berikut:
HOOC - CH2 CH3COOH
  N – CH2 – CH2 – N
                     HOOC - CH2 CH2COOH
Terlihat dari strukturnya bahwa molekul tersebut mengandung baik donor elektron dari atom oksigen maupun donor dari atom nitrogen sehingga dapat menghasilkan khelat bercincin sampai dengan enam secara serempak (Shevla, 1990).
Sebagian besar logam dalam larutan dapat ditentukan secara titrasi dengan larutan baku pereaksi pengompleks seperti misalnya etilen diamin tetra asetat atau EDTA. Reaksi dengan nikel secara stoikiometri adalah 1:1 dan berlangsung secara kuantitatif pada pH 7. Pereaksi EDTA umum dipakai dalam bentuk garamnya yang mudah larut dalam air. Indikator yang digunakan adalah EBT atau murexide mampu menghasilkan kompleks berwarna dengan ion logam tetapi berubah warna apabila logam-logam terkomplekskan sempurna oleh EDTA pada titik akhir titrasi, karena indikator-indikator ini juga peka terhadap perubahan pH, larutan yang akan dititrasi harus dibuffer (Harjadi, 1993).



IV. RUMUSAN MASALAH
1.      Bagaimana cara menetukan kadar nikel pada uang logam 1000?
2.      Berapa kadar nikel pada uang logam 1000?





V. HIPOTESIS (KESIMPULAN SEMENTARA)

1.      Titrasi kompleksometri merupakan titrasi yang berdasarkan atas pembentukan persenyawaan kompleks (ion kompleks atau garam yang sukar mengion).
2.      Reaksi dengan nikel secara stoikiometri adalah 1:1 dan berlangsung secara kuantitatif pada pH 7.
3.      Pereaksi EDTA umum dipakai dalam bentuk garamnya yang mudah larut dalam air.
4.      Indikator yang digunakan adalah EBT yang  mampu menghasilkan senyawa kompleks.
















VI. ALAT DAN BAHAN

            Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini yaitu :

1.      Alat :
·         Buret
·         Klem dan Statif
·         Pipet tetes
·         Pipet volume
·         Penangas listrik
·         Batang pengaduk
·         Kertas saring
·         Neraca digital
·         Labu ukur
·         Gelas kimia
·         Erlenmeyer
·         Corong
2.      Bahan :
·         Larutan EDTA 0,01 M
·         Larutan NH4OH
·         Larutan HCl pekat
·         Larutan HNO3 pekat
·         Larutan NH4Cl 1 M
·         Indikator EBT
·         Aquades



Horizontal Scroll: Melarutkan sampel nikel dengan menggunakan larutan HCl pekat (dipanaskan)VII. CARA KERJA/PROSEDUR KERJA









Horizontal Scroll: Menimbang uang logam 1000 yang telah dihancurkan (sampel nikel)









Horizontal Scroll: Menitrasi larutan sampel dengan larutan EDTA 0,01 M.




























                                      

VIII.  HASIL EKSPERIMEN

                  Adapun hasil pengamatan yang diperoleh dari percobaan ini yaitu :

No
Cara Kerja
Hasil

1.

2




3.

4.



5.





6.


Menimbang sampel logam Ni

- Melarutkan sampel Nikel dengan larutan HCl pekat (dipanaskan)
-+HNO3 pekat + aquades.


Menyaring larutan sampel

Mengencerkan 10 ml larutan sampel hingga 100 ml.


Memasukkan 10 ml larutan sampel + 5 ml larutan NH4Cl + 10 ml aquades + 0,05 gram indikator EBT + larutan NH4OH pekat.


Menitrasi larutan sampel dengan larutan EDTA 0,01 M

·         Erlenmeyer 1


·         Erlenmeyer II

4,43 gram

-Warna larutan bening kekuningan (tidak larut).
-Warna larutan coklat tua (larut sebagian)

Filtrat berwarna coklat muda.

Warna larutan tetap coklat muda.



Larutan berwarna hijau tua.








·         Warna larutan coklat muda dan volume EDTA yang terpakai 14,6 ml.
·         Warna larutan coklat muda dan volume EDTA yang terpakai 14,2 ml.

                                      


·         Persamaan Reaksi


Ni2+ + Y4-                    NiY2-

·      Perhitungan

     Dik :        M EDTA = 0,01 M
V erlenmeyer I = 14,6 ml
V erlenmeyer II = 14,2 ml
Massa sampel = 4,43 gram.

Dit :         kadar Ni....????

Penyelesaian ;

Titrasi I :


              VEDTA.MEDTA     =  VSAMPEL.MSAMPEL
              14,6 ml.0,01 M  =   10 ml. M2

                                     M2= 

                                     M2=  0,01 M



Titrasi II :

             VEDTA.MEDTA     =  VSAMPEL.MSAMPEL
              14,2 ml.0,01 M  =  10 ml. M2

                                   M2= 

                                   M2=  0,01 M



Konsentrasi EDTA rata-rata =

                                                 = 0,01 M


                                               
Volum EDTA rata-rata =

                                      = 14,4 ml
 

Mol Ni awal  =         V   x   M
                      =  14,4 ml x 0,01 M
                      =  0,144 mmol
                      =  0,000144 mol

Mol Ni setelah diencerkan =  mol Ni awal x FP

                                          =  0,000144 mol x

                                          =  0,00144 mol

Massa Ni = mol Ni x Ar Ni

                = 0,00144 mol x 58,69 gr/mol

                = 0,08451 gram

%(b/v) Ni =
               
                 = 0,08451%









IX. PEMBAHASAN

                        Titrasi kompleksometri merupakan titrasi terhadap larutan analit dengan titran yang mampu membentuk ion atau senyawa kompleks. Pada prinsipnya titrasi kompleksometri merupakan reaksi pembentukan kompleks yaitu reaksi antara ion logam dan ligan membentuk ion kompleks yang stabil (Pursitasari,2011).
Metode kompleksometri ini didasarkan pada kemampuan ion–ion logam terdapat dalam sampel ditambahkan suatu indikator EBT, maka akan terbentuk kompleks Ni-EBT yang berwarna merah anggur. Kompleks ini kurang stabil bila dibandingkan dengan kompleks Ni-EDTA sehingga dengan demikian jika ke dalam larutan yang mengandung Ni-EBT ditambahkan larutan EDTA, maka ion nikel akan segera terikat pada EDTA, sehingga ion indikator akan lepas dan kembali berwarna biru pada pH 7-11
                        Percobaan ini dilakukan untuk menentukan kadar nikel pada uang logam 1000 dengan metode kompleksometri.

                        Pada percobaan ini hal pertama yang dilakukan adalah menimbang sampel (uang logam 1000 yang sudah dihancurkan) dengan menggunakan neraca digital  dan diperoleh massa dari sampel tersebut adalah 4,43 gram. Kemudian sampel tersebut dimasukkan kedalam gelas kimia untuk dilarutkan dengan larutan HCl pekat (dipanaskan) maka yang diperoleh sampel tidak larut sekalipun dilakukan pemanasan. Menurut teori sampel (logam Nikel) dapat larut jika dilarutkan dengan HCl pekat, namun dalam percobaan ini sampel tidak larut, hal ini dikarenakkan sampel yang digunakan tidak sebanding dengan pelarut yang digunakan. Atau bisa dikatakan sampel terlalu banyak namun pelarut yang digunakan hanya sedikit. Karena tidak larut dengan HCl pekat maka sampel + HCl pekat tersebut ditambahkan dengan HNO3 pekat + aquades, sehingga diperoleh hasil sebagian sampel melarut.

                        Selanjutnya dilakukan penyaringan terhadap sampel tersebut untuk memisahkan antara residu dan filtrat. Residu dan filtrat dipisahkan karena yang akan digunakan pada percobaan ini hanyalah filtrat,hasil penyaringan diperoleh filtrat berwarna coklat muda. Setelah proses penyaringan selesai maka 10 ml filtrat tersebut (larutan sampel) diencerkan hingga 100 ml, dan warna larutan tetap coklat muda.

                        Selanjutnya memasukkan 10 ml larutan sampel tersebut ditambahkan dengan 5 ml larutan NH4Cl + 10 ml aquades + 0,05 gram indikator EBT + larutan NH4OH pekat kedalam erlenmeyer untuk dititrasi dengan larutan EDTA 0,01 M. Dan warna yanf dihasilkan larutan ini adalah hijau tua.
           
                        Langkah terakhir yang dilakukan yaitu menitrasi larutan sampel tersebut dengan 2 kali titrasi dalam erlenmeyer yan bebrbeda dengan perlakuan yang sama. Warna larutan yang dihasilkan dari titrasi ini adalah coklat muda, dengan volume yang diperoleh dari titrasi 1 dan II secara berturut-turut adalah 14,6 ml dan 14,2 ml.

                        Dari hasil perhitungan sesuai hasil pengamatan diperoleh presentasi kadar nikel dalam uang logam 1000 yaitu 0,084%. Hasil ini berbeda dengan teori yang ada. Dalam teori kadar nikel yang ada pada uang logam 1000 adalah sekitar 4,4%. Perbedaan ini mungkin dikarenakan logam nikel yang digunakan terlalu banyak, dan juga sampel nikel yang digunakan tidak larut sempurna keika dilarutkan serta proses titrasi yang dilakukan kurang baik dalam hal ini melihat titik akhir titrasi yang ditandai dengan perubahan warna pada larutan. Sehingga hasil pengamatan jauh berbeda dengan teori yang ada.





X. Kesimpulan

            Adapun kesimpulan yang diperoleh pada percobaan ini yaitu :
1.      Titrasi kompleksometri adalah titrasi terhadap larutan analit dengan titran yang mampu membentuk ion atau senyawa kompleks.
2.      Volume EDTA yang digunakan untuk menitrasi larutan sampel ialah :
Erlenmeyer 1 = 14,6 ml
Erlenmeyer 2 = 14,2 ml.
3.      Kadar Nikel yang terdapat pada uang logam 1000 sesuai percobaan ini ialah 0,084%.








 XI. EVALUASI

·         Rumusan masalah (oke)
·         Hipotesis/kesimpulan sementara (oke)
·         Prosedur eksperimen (oke)
·         Alat dan bahan (oke)
·         Hasil eksperimen (perhitungan dan reaksi) (oke)
·         Pembahsan (oke)
·         Kesimpulan (oke).


DAFTAR PUSTAKA


Day, R. A. Ir dan A. L. Underwood. 1999. Analisis Kimia Kuantitatif. Erlangga. Jakarta.

Harjadi, W. 1993. Ilmu Kimia Analitik Dasar. Erlangga. Jakarta.
Khopkar S. M. 1990. Konsep Dasar Kimia Analitik. UI Press. Jakarta
Pursitasari. 2011. Buku Ajar Kimia Analisis Kuantitatif. Untad Press. Palu.
Svehla, G, 1990, Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro,  Edisi ke-5. PT Kalman Media Pustaka. Jakarta.